Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Mengenal Lebih Jauh HIV AIDS

Hingga detik ini HIV/AIDS masih menjadi salah satu tantangan utama negara-negara di dunia, terutama bagi negara dengan pendapatan perkapita menengah ke bawah. Para ahli kesehatan dan peneliti dari seluruh dunia masih terus melakukan penelitian mengenai virus penyerang daya tahan tubuh ini, sekaligus bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebarannya. Selain itu juga telah dan terus dilakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas hidup para ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) serta edukasi bagi masyarakat di sekitar ODHA mengenai informasi yang benar tentang bagaimana penyebaran virus ini dan bagaimana cara hidup bersama ODHA, sehingga tidak timbul paradigma yang salah mengenai HIV/AIDS di dalam masyarakat.




Menurut data dari WHO, saat ini terdapat kurang lebih 34 juta penduduk bumi yang terinfeksi HIV. Sedangkan data dari Kementrian Kesehatan (tahun 2012), tercatat sebanyak 21.511 orang Indonesia terinfeksi virus HIV. Salah satu hal penting yang harus terus digalakkan untuk menekan angka ini adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai apa itu HIV/AIDS, karena dengan hal ini tentu kewaspadaan masyarakat akan bertambah. Berikut adalah beberapa hal dasar yang perlu anda ketahui tentang HIV/AIDS.

Apa itu HIV/AIDS ?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini akan menyerang sistem imun/daya tahan tubuh alami manusia, sehingga manusia yang terinfeksi oleh virus ini akan jatuh dalam keadaan immunodeficient, atau dengan kata lain manusia tersebut akan menjadi jauh lebih rentan terkena infeksi (baik oleh bakteri, virus, atau jamur) dan juga terhadap beberapa tipe kanker. Bahkan infeksi ringan pada manusia sehat dapat menjadi sangat berbahaya dan beresiko kematian bagi mereka yang terinfeksi HIV. Status imunitas pasien biasa diukur melalui hitung jumlah sel CD4.




Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Jadi AIDS adalah sindroma (sekumpulan gejala dan tanda) yang diakibatkan akibat infeksi HIV. AIDS merupakan tahap paling parah dalam perjalanan penyakit akibat infeksi HIV, sehingga tidak semua orang yang terinfeksi HIV sudah sampai pada tahapan AIDS. Lama perjalanan penyakit dari awal infeksi HIV hingga tahap AIDS adalah berkisar antara dua hingga 15 tahun, bergantung pada kondisi kesehatan individu tersebut. AIDS ditunjukkan dengan munculnya berbagai infeksi, perkembangan beberapa jenis kanker, dan kondisi kelainan klinis berat yang lain.

Tanda dan Gejala

Gejala infeksi HIV berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahannya. Beberapa minggu pertama pasien dapat tidak merasakan gejala apapun hingga merasakan gejala seperti sakit flu biasa (demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, suara serak, kemerahan di kulit). Banyak orang yang tidak waspada terhadap keadaan awal ini, padahal beberapa bulan pertama adalah saat-saat paling infeksius atau paling mudah menularkan virus ke orang lain. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan rutin pada orang-orang ‘beresiko tinggi’ untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan mencegah perburukan kondisi kesehatan orang yang telah terinfeksi.






Seiring dengan perjalanan waktu dan replikasi virus yang terus berjalan, kondisi kesehatan akan terus menurun. Pembesaran kelenjar limfe (teraba benjolan kecil di leher, ketiak, atau lipat dalam paha), berat badan yang terus turun padahal tidak mengalami gangguan makan, kemudian demam, diare, dan batuk yang kronis (berlangsung terus-menerus lebih dari dua minggu) adalah beberapa keadaan yang harus diwaspadai. Keadaan ini akan terus memburuk hingga dapat menyebabkan beberapa keadaan seperti berkembangnya penyakit Tuberculosis (TB), Meningitis streptococcal, dan beberapa kanker seperti Limfoma dan Sarkoma Kaposi apabila tidak segera diberika terapi.

Penularan

Virus ini hanya dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh yang berasal dari orang yang terinfeksi HIV, yaitu darah, air susu ibu, air mani, dan cairan vagina. Virus ini tidak ditularkan melalui kegiatan sehari-hari seperti bersalaman, berpelukan, berbagi makanan, minuman, gigitan nyamuk, atau memakai barang dan toilet secara bergantian. Untuk berciuman, berhati-hatilah, ini termasuk salah satu tindakan beresiko karena anda tidak tahu bahwa kemungkinan terdapat luka yang berukuran sangat kecil di dalam rongga mulut yang dapat menjadi jalan masuk virus. Saat ini tenaga kesehatan juga akan selalu menggunakan alat bantu berupa sungkup apabila akan memberikan nafas buatan pada semua pasien henti nafas, hal ini bertujuan sebagai tindakan pencegahan secara umum dari resiko penyebaran infeksi HIV yang tidak kita ketahui.




Mereka yang Beresiko

Sangat diperlukan kewaspadaan terutama bagi orang-orang yang ‘beresiko tinggi’, mengingat bahwa minggu-minggu pertama anda mungkin tidak merasakan keluhan apapun. Anda juga dituntut untuk memiliki kesadaran pribadi untuk memeriksakan diri secara rutin agar tidak merugikan orang tak bersalah di sekitar anda. Beberapa perilaku beresiko tersebut diantaranya adalah:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu, terutama bila tidak menggunakan pelindung (kondom).
  • Memiliki penyakit menular seksual (misalnya infeksi Syphilis, Herpes, Chlamydia,Gonorrhea, dan Bacterial vaginosis).
  • Menggunakan obat-obatan terlarang, serta mereka yang harus menggunakan terapi obat-obatan suntik.
  • Menggunakan jarum suntik, alat suntik, jarum tato, alat tidik, dan alat-alat lain yang dapat membuat akses langsung menembus kulit dan atau ke pembuluh darah secara bergantian. Berhati-hatilah walaupun peralatan yang seharusnya disposable (sekali pakai buang) tersebut tetap digunakan setelah dibersihkan atau disterilisasi. Karena bila yang melakukan sterilisasi tidak berpengalaman dan tidak memiliki pengetahuan yang baik mengenai daya tahan hidup virus ini, akan beresiko alat hanya tampak bersih dan baru, tetapi virus masih hidup dan dapat menular kepada pemakai berikutnya.
  • Selain alat, cairan yang dimasukkan langsung ke dalam tubuh serta prosedur yang ‘melukai’ kulit juga harus diwaspadai. Misalnya membuat tato, tindik, penggunaan yang disuntikkan, dan transfusi darah juga sangat beresiko menularkan virus apabila tidak mengikuti prosedur klinis dan tindakan pencegahan yang baik.
  • Bagi tenaga kesehatan, tidak sengaja tertusuk atau tergores jarum bekas pasien atau terkena cairan tubuh pasien juga beresiko menularkan virus. Mereka sudah memiliki prosedur yang harus mereka patuhi apabila hal-hal seperti ini terjadi. Maka anda jangan merasa tersinggung apabila mereka selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memeriksa atau melakukan tindakan, selalu menggunakan sarung tangan, masker, dan bahkan baju pelindung, hal tersebut dilakukan dengan tujuan mencegah penyebaran infeksi, bukan karena tidak mau kotor atau merasa jijik.

Diagnosis


Tes HIV perlu dilakukan untuk memeriksa antibodi terhadap HIV di dalam darah. Antibodi adalah zat perlawanan yang diproduksi oleh tubuh apabila ada ‘benda asing’ yang masuk. Untuk infeksi HIV biasanya terdapat window periode, atau periode jendela, di mana antibodi yang diproduksi tubuh baru bisa terdeteksi melalui tes setelah tiga hingga enam bulan. Maka apabila seseorang telah mengalami kejadian beresiko seperti di atas, harus dilakukan pemeriksaan ulang enam bulan setelah pemeriksaan awal.

Konseling dan Tes HIV/AIDS

Saat ini telah terdapat pusat-pusat konseling dan tes HIV/AIDS (klinik VCT, Voluntary Counseling and Testing) di rumah sakit di Indonesia. Tes ini dilakukan atas kesadaran diri anda sendiri, tidak perlu malu atau merasa enggan karena selalu disediakan tempat yang nyaman, aman, ’tersembunyi’, dan kerahasiaan anda akan selalu terjaga.

WHO telah mengharuskan pelayanan yang mencakup 5C untuk pusat konseling dan tes HIV/AIDS, yaitu Informed Consent (surat persetujuan pemeriksaan dan tindakan oleh pasien),Confidentiality (kerahasiaan yang dijamin), Counselling (konseling), Correct test result (hasil tes yang akurat), serta Care, treatment, and other services (perawatan dan pelayanan secara menyeluruh sesuai kebutuhan pasien).




Tindakan Pencegahan

Semua ini dibutuhkan kesadaran diri serta pengendalian diri yang baik. Beberapa tindakan pencegahan penyebaran infeksi diantaranya adalah:
  • Menggunakan kondom, data menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang baik dapat menurunkan penularan infeksi HIV dan penyakit menular seksual lain hingga 85% bahkan lebih.
  • Konseling dan Tes HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lain.
  • Khitan atau sunat pada laki-laki, data menunjukkan bahwa khitan atau sunat dapat menurunkan resiko penularan infeksi pada pria hingga 60%.
  • Obat anti retroviral (terdiri atas ART as prevention, Pre-exposure prophylaxis for HIV-negative partner, dan Post-exposure prophylaxis for HIV). Berbagai jenis terapi ini diperuntukkan bagi orang yang telah terinfeksi HIV, pasangan dari orang terinfeksi HIV, mereka yang tergolong beresiko tinggi, dan bagi yang tidak sengaja terkena jarum atau cairan tubuh seperti yang telah diceritakan di atas.Obat anti retroviral tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV, obat ini berfungsi untuk menekan replikasi virus, ketika replikasi virus ditekan maka tubuh dapat kembali meningkatkan sistem imunnya yang berfungsi untuk memberikan perlawanan balik pada virus. Sehingga dengan obat ini para pasien yang terinfeksi HIV dapat hidup ‘sehat’ seperti orang lain. Untuk pasien HIV positif biasanya diberikan hingga tiga macam atau lebih obat anti retroviral.
  • Selalu menggunakan jarum sekali pakai
  • Sterilisasi alat kesehatan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan prosedur yang baik
  • Pencegahan Penularan dari Ibu ke Bayi, penularan vertikal infeksi HIV dari ibu yang positif kepada bayi dapat terjadi saat kehamilan, selama dan setelah proses persalinan, dan ketika menyusui. Sebagai jalan keluarnya, WHO merekomendasikan sebuah program yaitu PMTCT (Prevention of Mother to Child Transmission of HIV).


Hal yang paling dibutuhkan dan menjadi dasar keberhasilan program pencegahan penyebaran HIV ini tentu adalah kesadaran diri anda sendiri. Kesadaran untuk sebisa mungkin menghindari faktor resiko, kesadaran huntuk melakukan screening dan pemeriksaan rutin, serta kesadaran untuk melakukan tindakan profilaksis atau pencegahan segera setelah anda merasa terpapar hal-hal yang beresiko. Untuk informasi lebih lanjut datanglah ke pusat konseling HIV/AIDS yang ada di rumah sakit di sekitar rumah anda. Sekian, semoga bermanfaat.

Minggu, 12 Mei 2013

Bahaya! Membawa Ponsel ke Tempat Tidur


Ponsel alias telepon seluler sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup moderen, sampai-sampai saat tidur pun benda ini selalu dibawa. Kelihatannya sepele, tetapi membawa ponsel saat tidur punya dampak bagi kesehatan.


Masalah utama yang akan muncul ketika seseorang tidur dengan membawa ponsel dalam kondisi menyala adalah terganggunya kualitas tidur. Berawal dari tidur yang tidak nyenyak itulah, berbagai penyakit dan gangguan kesehatan bisa muncul belakangan.

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa dialami akibat suka membawa ponsel ke tempat tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Livescience dan MSNBC.


1. Kurang tidur
Sebuah penelitian di Stony Brook University mengungkap, 70 persen remaja di Amerika Serikat tidur dengan tetap mengaktifkan ponsel dan meletakkannya di dekat tempat tidur. Akibatnya kualitas tidur berkurang karena sering terbangun tengah malam hanya untuk membaca SMS yang masuk.

Membawa Ponsel Ke Tempat Tidur Bisa Sebabkan 3 Penyakit Berikut. Dampak dari kualitas tidur yang buruk ini sangat luas, termasuk menurunnya prestasi akademis dan juga kesehatan secara keseluruhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk membuat orang rentan obesitas, diabetes serta gangguan jantung.


2. Sleep texting
Pakar kesehatan tidur di Amerika Serikat, Dr Marcus Schmidt mengatakan 4 dari 5 remaja selalu membawa ponsel saat tidur dan hanya 1 dari 10 remaja yang benar-benar mematikan ponselnya saat tidur. Karena tidurnya jadi tidak nyenyak, maka para remaja ini rentan mengalami sleep texting atau berkirim SMS saat tidur.

Sleep texting berada dalam satu kategori gangguan tidur lainnya seperti berjalan saat tidur (sleep walking), mengigau (sleep talking) ataupun berhubungan seks saat tidur (seksomnia). Gangguan ini juga sekaligus merupakan salah satu gejala kecanduan teknologi.


3. Gangguan mental
Berkurangnya kualitas tidur gara-gara tidak mematikan ponsel saat tidur juga berpengaruh pada kesehatan kejiwaan. Sebuah penelitian di Jepang mengungap, remaja yang tidur dengan membawa ponsel lebih rentan terhadap kecenderungan bunuh diri.

Tidak diketahui pasti hubungannya, namun kurang tidur memang bisa memicu depresi yang meruapakan salah satu pencetus kecenderungan bunuh diri. Terlebih karena penelitiannya dilakukan di Jepang, faktor budaya juga berpengaruh karena angka bunuh diri di negara ini memang sangat tinggi.

Sabtu, 27 April 2013

Hati-Hati Cacing Ini Bisa Hidup di Mata Manusia



Cacing biasanya hidup dalam pencernaan manusia. hal tersebut sudah menjadi fakta yang diketahui oleh masyarakat luas. Namun bagaimana jika mata Anda "cacingan"?
Dunia sempat dikejutkan dengan seorang pria asal India yang memiliki cacing sepanjang 13 cm di matanya.

Cacing tersebut bernama Loa loa Filariasis. Cacing ini menginfeksi mata manusia. Dr Thomas Ashley Mulamoottil, dokter di India pernah melakukan tujuh kali operasi penyakit ini. Bahkan dia mengaku pernah menemukan cacing sepanjang 20 cm di mata pasiennya.

Penyebaran Loa loa filariasis 

"Cacing Loa loa awalnya ditemukan di Afrika dan sekarang telah mencapai Asia. Lalat bakau diyakini sebagai pembawa cacing ini. Lalat tersebut menyebar telur cacing melalui luka kecil pada tubuh manusia. "Kematian cacing di dalam tubuh bisa berakibat fatal karena dapat mencemari darah. penyakit ini dikenal sebagai microfilariasis atau Loa loa infestasi (Loiasis) ", kata Dr Mulamoottil yang dilansir boldsky (24/4).

Perawatan penyakit ini

Pasien dapat melakukan kemoterapi atau melakukan pengangkatan cacing dengan operasi dari mata. Cacing ini berwarna kekuningan. Sayangnya, tidak ada vaksin belum dikembangkan untuk Loa loa filariasis. Namun, jika terdeteksi dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat disembuhkan.

Jika cacing tidak dikeluarkan, bisa saja ia menuju ke dalam lapisan-lapisan mata dan menyebabkan hilangnya penglihatan.

Minggu, 21 April 2013

Hati-hati Minuman Bersoda Bisa Cepat Membunuh Anda


Soda adalah minuman pilihan bagi kebanyakan orang di dunia, entah itu di amerika ataupun di Negara kita yaitu Indonesia. Di toko grosir atau supermarket, minuman soda mengisi tempat terbanyak. Penelitian telah menunjukkan bahwa Amerika dan Indonesia rata-rata mengkonsumsi lebih dari dua porsi minuman soda per hari. Ini termasuk pria, wanita dan anak-anak.



minuman Soda biasa mengandung jumlah gula yang sangat besar. Hal ini sering ditemukan dalam bentuk sirup jagung fruktosa tinggi. Diperkirakan bahwa minum soda secara teratur setara dengan sembilan sendok teh gula tiap hari. Bayangkan makan sembilan sendok teh gula dalam waktu yang singkat dan akan anda lakukan secara berkelanjutan. Ini terjadi ketika setiap kita minum soda setiap kalengnya. Hal ini membantu menjelaskan mengapa anak diabetes dan obesitas menjadi masalah besar.kebanyakan orang minum soda dalm program diet untuk menghindari gula,mereka berpikir bahwa itu adalah cara yang sehat untuknya. Tapi Tidak menurut penelitian. Dalam banyak penelitian, orang yang meminum minuman  bersoda tampaknya akan lebih cepat menaikkan berat badan dari orang yang tidak minum. Banyak ilmuwan percaya bahwa pemanis buatan yang ditemukan dalam soda tidak sehat bagi tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Para ilmuwan juga percaya bahwa pemanis buatan menyebabkan tubuh lebih karbohidrat, ketika Anda minum lebih banyak.

Perusahaan soda memiliki anggaran iklan yang besar untuk mencoba meyakinkan masyarakat umum bahwa minuman soda sehat bagi kita. Selain pemanis buatan, minuman soda mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan kita. Mirip dengan soda biasa, sering mengandung kafein, asam fosfat dan natrium. Kafein dapat terjadinya kecanduan. Hal ini juga diketahui menyebabkan kelelahan kronis, gangguan tidur dan kecemasan yang ekstrim. Ini adalah diuretik. Ini berarti bahwa tubuh tetap terhidrasi, sebenarnya ini memaksakan tubuh untuk mengeluarkan air. Ketika Anda minum soda, Anda mungkin berpikir Anda akan terhindar dari sehidrasi, tapi benar-benar Anda telah lakukan sebaliknya. Cairan yang Anda minum hanya akan pergi melalui urin Anda.Asam fosfat, yang ditemukan dalam soda, tidak baik untuk tulang. Hal ini bersaing dengan kalsium. tubuh menghasilkan tulang yang sehat dengan kalsium, hal itu menyebabkan pembentukan tulang dengan fosfor. Hal ini menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh dan dapat menjadi pelopor untuk osteoporosis. Phoshoric asam juga keras pada perut. Ini pada dasarnya adalah asam. Cobalah anda susuk jarum ke dalam sekaleng soda dan melihat apa yang terjadi setelah periode waktu yang singkat. Anda akan melihat bahwa soda menggerogoti kuku.Pikirkan apa yang dilakukannya pada lapisan perut kita dan bagian lain dari tubuh kita. Jadi saran saya hanya satu, Tidak Berlebihan Dalam Mengkonsumsi Minuman Soda…!!
Semoga Bermanfaat

Jumat, 12 April 2013

Akibat Penggunaan Mouse Komputer Yang Salah Ngeri Banget


BERHATI-HATILAH!
Bagi Anda yang selalu bekerja dengan menggunakan KOMPUTER, kesalahan dalam penggunaan MOUSE sehari-hari akan berakibat pada carpal tunnel syndrome / karpal sindrom (istilah dalam kedokteran untuk kelainan pada otot lengan).
Gunakan Mouse dengan BAIK dan BENAR!
Berikut adalah foto pembedahan tangan pasien yang mengalami karpal sindrom.
karpal sindrom
operasi tangan
operasi lengan
Berikut tata cara pengoperasion komputer dengan benar.
menggunakan komputer dengan benar
menggunakan komputer dengan benar
menggunakan komputer dengan benar
menggunakan komputer dengan benar
menggunakan komputer dengan benar
Senam tangan untuk mencegah karpal sindrom.
karpal sindrom
senam tangan
karpal sindrom
senam tangan
senam tangan
senam tangan
Para pembaca sekalian, memang kita harus benar dalam menggunakan komputer, meskipun pengobatan sekarang telah mencapai kemajuan pesat. Cukup banyak pasien karpal sindrom yang membaik dengan fisioterapi, beberapa kasus karpal sindrom memang memerlukan tindakan pembedahan, namun kemajuan ortopedi sekarang amat pesat, beberapa pasien hanya dibuka kulitnya 1 cm sampai 2 cm saja.

Selasa, 09 April 2013

8 Faktor yang Bisa Mempengaruhi Ukuran Payudara





Umumnya ketika seorang wanita berusia 18-20 tahun, maka ia telah mencapai pertumbuhan yang optimal dari payudaranya. Sehingga ukuran yang didapatkan pada usia tersebut merupakan ukuran maksimal dari payudaranya. Terkadang ukuran ini bisa berubah saat hamil, menyusui atau mengonsumsi obat estrogen tertentu seperti pil KB.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran payudara seseorang, yaitu:

1. Keturunan
Faktor keturunan memainkan peranan yang cukup besar dalam menentukan ukuran payudara. Biasanya hal ini ditentukan dari ukuran payudara sang ibu. Tapi tidak semua anak memiliki ukuran payudara yang sama dengan ibunya, karena faktor lain juga turut mempengaruhi.

2. Usia
Payudara adalah organ yang sangat dinamis dari tubuh manusia, ukurannya mengalami perubahan terus menerus sepanjang usia orang tersebut. Jika sejak muda sudah menggunakan bra yang tepat, maka payudara akan tumbuh dengan baik. Namun jika sudah tua, maka ligament cooper (urat yang mempertahankan bentuk payudara) sudah kehilangan kekuatannya. Itulah yang sebabkan payudara menurun dan mengecil.

3. Menstruasi
Ukuran payudara akan sedikit mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Perubahan ukuran dari payudara ini biasanya disertai dengan perubahan bentuk puting dan areolanya.

4. Kehamilan
Selama hamil ada beberapa perubahan dalam ukuran payudara dan sebagian besar perubahan ini menjadi permanen. Payudara akan meningkat dan menunjukkan peningkatan ukuran cup. Beberapa wanita mengalaminya saat kehamilan pertama, tapi ada juga yang mengalaminya setiap kali hamil.

5. Diet
Beberapa makanan mengandung zat tertentu yang bisa meningkatkan ukuran payudara seperti kedelai, ginseng, akar dandelion dan semua biji-bijian adas. Karenanya beberapa wanita yang sering mengonsumsi makanan ini kemungkinan memiliki payudara yang lebih besar.

6. Kenaikan dan penurunan berat badan
Setiap terjadi perubahan berat badan secara keseluruhan, maka akan mengubah ukuran payudaranya juga. Perubahan ini umumnya bersifat reversible, dalam arti akan kembali ke ukuran aslinya.

7. Penyakit
Beberapa penyakit bisa mempengaruhi ukuran payudara menjadi lebih kecil atau justru membesar.

8. Olahraga
Olahraga dapat mempengaruhi ukuran payudara. Salah satunya adalah bentuk latihan yang bekerja langsung terhadap otot dada yang mendasari jaringan payudara dan membantu mengencangkan payudara. Selain itu yoga dan terapi Ayurvedic juga mempengaruhi ukuran payudara.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes